The Constitutionality of Priority Allocation of Mining Business License Areas in Indonesia: A Perspective on State Control and Equal Opportunity under PP No. 25 of 2024

Authors

  • Muslim Lobubun Institut Cinta Tanah Air

DOI:

https://doi.org/10.46924/jihk.v6i1.510

Keywords:

constitutionality; WIUP; priority allocation; state’s right of control; mining.

Abstract

Changes in mining policy under Law Number 3 of 2020 introduced a priority mechanism for granting Mining Business License Areas (WIUP) alongside the auction system. This policy raises constitutional issues concerning limitations on equal opportunity principles and potential deviations from the state's right of control. This normative legal research analyzes the legal construction of priority WIUP allocation and evaluates its constitutionality based on the State's Right of Control standards articulated in Constitutional Court Decision Number 36/PUU-X/2012. The findings indicate that granting priority without measurable merit criteria risks reducing the constitutional essence of state control intended for the greatest prosperity of the people. This study formulates constitutional criteria for priority WIUP allocation, comprising legitimate affirmative purposes, technical and financial capacity, transparency, and continuous oversight, ensuring that such preference remains aligned with the principles of fair legal certainty.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Journals

Asnawi, Habib Shulton. “Politik Hukum Putusan MK Nomor 36/PUU-X/2012 dalam Upaya Mengembalikan Kedaulatan Negara dan Perlindungan HAM.” Jurnal Konstitusi 13, no. 2 (2016): 299. https://doi.org/10.31078/jk1324.

Astinda, Afifudin Nur Rosyid, Wahyu Pujo Pratama, dan Muhammad Bagas Haidar. “Konflik Regulasi dan Masalah Kelayakan pada Kebijakan Izin Usaha Pertambangan bagi Ormas Keagamaan.” Jurnal USM Law Review 7, no. 3 (2024): 1851–64. https://doi.org/10.26623/julr.v7i3.10900.

Atmaja, A. P. Edi, dan Anna Erliyana. “Affirming the Democratic Economic System After the Amendment of Article 33 of the Indonesian Constitution: A Critical Legal Studies Perspective.” Jurnal Bina Mulia Hukum 8, no. 2 (2024): 158–76. https://doi.org/10.23920/jbmh.v8i2.1084.

Bell, Joanna. “Reason‐Giving in Administrative Law: Where Are We and Why Have the Courts Not Embraced the ‘General Common Law Duty to Give Reasons’?” The Modern Law Review 82, no. 6 (2019): 983–1008. https://doi.org/10.1111/1468-2230.12457.

Bernike, Geby, Devi Ervina Nusyamsiah, dan Shannia Angelia Rahardjo. “Tinjauan Yuridis Pemberian Izin kepada Ormas Keagamaan dalam Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2024.” Padjadjaran Law Review 12, no. 2 (2024): 157–70. https://doi.org/10.56895/plr.v12i2.1813.

B.Salinding, Marthen. “Konsep Penguasaan Negara Terhadap Sumber Daya Mineral Dan Batubara Yang Berkeadilan.” Borneo Law Review 6, no. 2 (2023): 219–35. https://doi.org/10.35334/bolrev.v6i2.3244.

Hira, Andy, dan James Busumtwi-Sam. “Improving Mining Community Benefits through Better Monitoring and Evaluation.” Resources Policy 73 (Oktober 2021): 102138. https://doi.org/10.1016/j.resourpol.2021.102138.

Ilham, Fajar Hidayansyah, dan Marchellina Anggraeni. “Tinjauan Yuridis Pemberian Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus Kepada Badan Usaha Milik Organisasi Kemasyaraktan Keagamaan Tanpa Mekanisme Lelang.” Jurnal Hukum & Pembangunan 54, no. 3 (2024). https://doi.org/10.21143/jhp.vol54.no3.1644.

Moldalieva, Janyl. “Localizing Transparency and Accountability in Extractives.” The Extractive Industries and Society 8, no. 4 (2021): 100991. https://doi.org/10.1016/j.exis.2021.100991.

Nalle, Victor Imanuel Williamson. “Hak Menguasai Negara Atas Mineral dan Batubara Pasca Berlakunya Undang-Undang Minerba.” Jurnal Konstitusi 9, no. 3 (2016): 473. https://doi.org/10.31078/jk933Adrian Sutedi, S. H. Hukum Pertambangan. Sinar Grafika, 2022.

Asnawi, Habib Shulton. “Politik Hukum Putusan MK Nomor 36/PUU-X/2012 Dalam Upaya Mengembalikan Kedaulatan Negara Dan Perlindungan HAM.” Jurnal Konstitusi 13, no. 2 (2016): 299. https://doi.org/10.31078/jk1324.

Astinda, Afifudin Nur Rosyid, Wahyu Pujo Pratama, and Muhammad Bagas Haidar. “Konflik Regulasi Dan Masalah Kelayakan Pada Kebijakan Izin Usaha Pertambangan Bagi Ormas Keagamaan.” Jurnal USM Law Review 7, no. 3 (2024): 1851–64. https://doi.org/10.26623/julr.v7i3.10900.

Atmaja, A. P. Edi, and Anna Erliyana. “Affirming the Democratic Economic System After the Amendment of Article 33 of the Indonesian Constitution: A Critical Legal Studies Perspective.” Jurnal Bina Mulia Hukum 8, no. 2 (2024): 158–76. https://doi.org/10.23920/jbmh.v8i2.1084.

Bell, Joanna. “Reason‐Giving in Administrative Law: Where Are We and Why Have the Courts Not Embraced the ‘General Common Law Duty to Give Reasons’?” The Modern Law Review 82, no. 6 (2019): 983–1008. https://doi.org/10.1111/1468-2230.12457.

Bernike, Geby, Devi Ervina Nusyamsiah, and Shannia Angelia Rahardjo. “Tinjauan Yuridis Pemberian Izin Kepada Ormas Keagamaan Dalam Usaha Pertambangan Mineral Dan Batubara Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2024.” Padjadjaran Law Review 12, no. 2 (2024): 157–70. https://doi.org/10.56895/plr.v12i2.1813.

B.Salinding, Marthen. “Konsep Penguasaan Negara Terhadap Sumber Daya Mineral Dan Batubara Yang Berkeadilan.” Borneo Law Review 6, no. 2 (2023): 219–35. https://doi.org/10.35334/bolrev.v6i2.3244.

Hira, Andy, and James Busumtwi-Sam. “Improving Mining Community Benefits through Better Monitoring and Evaluation.” Resources Policy 73 (October 2021): 102138. https://doi.org/10.1016/j.resourpol.2021.102138.

Ilham, Fajar Hidayansyah, and Marchellina Anggraeni. “Tinjauan Yuridis Pemberian Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus Kepada Badan Usaha Milik Organisasi Kemasyaraktan Keagamaan Tanpa Mekanisme Lelang.” Jurnal Hukum & Pembangunan 54, no. 3 (2024). https://doi.org/10.21143/jhp.vol54.no3.1644.

Moldalieva, Janyl. “Localizing Transparency and Accountability in Extractives.” The Extractive Industries and Society 8, no. 4 (2021): 100991. https://doi.org/10.1016/j.exis.2021.100991.

Nalle, Victor Imanuel Williamson. “Hak Menguasai Negara Atas Mineral Dan Batubara Pasca Berlakunya Undang-Undang Minerba.” Jurnal Konstitusi 9, no. 3 (2016): 473. https://doi.org/10.31078/jk933.

Nawir, Hastrini, and Muh Yusup. Studi Penerapan Kebijakan Izin Usaha Pertambangan Mineral Dan Batu Bara. 1, no. 1 (2024): 10–18.

Putusan Mahkamah Konstitusi No. 36/PUU-X/2012 Perihal Pengujian Undang-Undanga Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak Dan Gas Bumi Terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Rahayu, Derita Prapti, and Faisal Faisal. “Eksistensi Pertambangan Rakyat Pasca Pemberlakuan Perubahan Undang-Undang Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara.” Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia 3, no. 3 (2021): 337–53. https://doi.org/10.14710/jphi.v3i3.337-353.

Redi, Ahmad. “Dinamika Konsepsi Penguasaan Negara Atas Sumber Daya Alam.” Jurnal Konstitusi 12, no. 2 (2016): 401. https://doi.org/10.31078/jk12210.

Söderholm, Patrik, and Nanna Svahn. “Mining, Regional Development and Benefit-Sharing in Developed Countries.” Resources Policy 45 (September 2015): 78–91. https://doi.org/10.1016/j.resourpol.2015.03.003.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Wicaksono, Dian Agung. “Peran Mahkamah Konstitusi Dalam Mewujudkan Fair Equality of Opportunity Di Indonesia (Analisis Putusan Nomor 117/PUU-VII/2009).” Jurnal Konstitusi 9, no. 1 (2016): 83. https://doi.org/10.31078/jk914.

Rahayu, Derita Prapti, dan Faisal Faisal. “Eksistensi Pertambangan Rakyat Pasca Pemberlakuan Perubahan Undang-Undang tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.” Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia 3, no. 3 (2021): 337–53. https://doi.org/10.14710/jphi.v3i3.337-353.

Redi, Ahmad. “Dinamika Konsepsi Penguasaan Negara Atas Sumber Daya Alam.” Jurnal Konstitusi 12, no. 2 (2016): 401. https://doi.org/10.31078/jk12210.

Söderholm, Patrik, dan Nanna Svahn. “Mining, Regional Development and Benefit-Sharing in Developed Countries.” Resources Policy 45 (September 2015): 78–91. https://doi.org/10.1016/j.resourpol.2015.03.003.

Wicaksono, Dian Agung. “Peran Mahkamah Konstitusi Dalam Mewujudkan Fair Equality of Opportunity Di Indonesia (analisis Putusan Nomor 117/PUU-VII/2009).” Jurnal Konstitusi 9, no. 1 (2016): 83. https://doi.org/10.31078/jk914.

Statutes

Indonesia. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 4, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4959.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 147, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6525.

Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Court Decision

Indonesia. Mahkamah Konstitusi. Putusan Nomor 3/PUU-VIII/2010.

Indonesia. Mahkamah Konstitusi. Putusan Nomor 30/PUU-VIII/2010.

Indonesia. Mahkamah Konstitusi. Putusan Nomor 36/PUU-X/2012.

Downloads

Published

2024-07-31

How to Cite

The Constitutionality of Priority Allocation of Mining Business License Areas in Indonesia: A Perspective on State Control and Equal Opportunity under PP No. 25 of 2024. (2024). JIHK, 6(1), 95-114. https://doi.org/10.46924/jihk.v6i1.510