Tanggung Jawab Negara Terhadap Sampah Ruang Angkasa Menurut Hukum Internasional
DOI:
https://doi.org/10.46924/jihk.v2i1.135Kata Kunci:
Tanggung Jawab Negara, Sampah Ruang Angkasa, Hukum InternasionalAbstrak
Akibat banyak sampah, peristiwa kecelakaan benda langit menabrak satelit bukan lagi hal yang biasa. Bahkan pada tanggal 12 maret 2017 lalu Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) nyaris ditabrak sebuah pecahan benda langit yang diameternya hanya 0,8 sentimeter tapi memiliki kecepatan 30.000 km per jam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaksan soal tanggung jawab suatu negara dalam jatuhnya sampah ruang angkasa ke negara lain menurut hukum internasional. Dampak pemanfaatan tersebut dapat mengganggu kedaulatan wilayah negara di bawahnya, sehingga International Law Commission (ILC) yang merupakan sebuah badan PBB yang bertugas mengurusi dan membahas draft tentang ketentuan tanggung jawab negara mengeluarkan instrumen hukum internasional mengenai pertanggungjawaban negara (state responsibility) dan instrumen ini hanya terkait dengan prinsip-prinsip umum yang mereka sebut sebagai Responsibility of States for Internationally Wrongful Acts (ILC ASR). Apabila sampah ruang angkasa jatuh ke bumi dan memasuki wilayah negara lain, maka dapat kita simpulkan bahwa negara pemilik sampah ruang angkasa tersebut harus bertanggung jawab terhadap negara yang kejatuhan sampah ruang angkasa tersebut walaupun bukan kesalahan dari operator atau negara pemilik satelit.
Referensi
Jurnal
Cracknell, Arthur P., and Costas Varotsos. “Fifty Years after the First Artificial Satellite: From Sputnik 1 to ENVISAT.” International Journal of Remote Sensing 28, no. 10 (2007): 2071–72. https://doi.org/10.1080/01431160701347147.
Etinski, Rodoljub, and Bojan Tubic. “International Law and the Rule of Law.” Anali Pravnog Fakulteta u Beogradu 64, no. 3 (2016): 57–74. https://doi.org/10.5937/AnaliPFB1603057E.
Hanafi, Irma H. “Aktifitas Penginderaan Jauh Melalui Satelit Di Indonesia Dan Pengaturannya Dalam Hukum Ruang Angkasa.” Jurnal Sasi 17, no. 2 (2011): 78–82. https://doi.org/10.47268/sasi.v17i2.355.
Herdiansyah, Herdis. “Kebijakan Strategis Mitigasi Ancaman Peredaran Orbit Satelit Terhadap Keamanan Nasional: Pendekatan Analytical Hierarchy Process.” Jurnal Keamanan Nasional 4, no. 2 (2018): 141–64. https://ojs.ubharajaya.ac.id/index.php/kamnas/article/view/393.
Irvan, Irvan, and I Wayan Novy Purwanto. “Upaya Demiliterisasi Di Ruang Angksa Ditinjau Dari Perspektif Hukum Ruang Angkasa Internasional.” Jurnal Kertha Negara 8, no. 7 (2020): 14–26. https://ojs.unud.ac.id/index.php/Kerthanegara/article/view/60965/35929.
Johnson, Christopher Daniel. “The Texas Space Flight Liability Act and Efficient Regulation for the Private Commercial Space Flight Era.” Acta Astronautica 92, no. 2 (2013): 226–34. https://doi.org/10.1016/j.actaastro.2012.05.025.
Lestari, Endang Puji. “Rekonsepsi Hak Penguasaan Negara Atas Wilayah Udara Di Tengah Kebijakan Liberalisasi Penerbangan.” Jurnal Rechtsvinding: Media Pembinaan Hukum Nasional 4, no. 2 (2015): 327–43. http://dx.doi.org/10.33331/rechtsvinding.v4i2.27.
Noor, Dimitri Anggrea, and I. Ketut Sudiarta. “Tanggung Jawab Negara Berdasarkan Space Treaty 1967 Terhadap Aktivitas Komersial Di Luar Angkasa.” Kertha Negara: Journal Ilmu Hukum 4, no. 1 (2016): 1–5. https://ojs.unud.ac.id/index.php/Kerthanegara/article/view/18881.
Prasetyo, Dony Aditya. “Tanggung Jawab Negara Peluncur Terhadap Sampah Ruang Angkasa.” Arena Hukum 9, no. 1 (2016): 1–16. https://doi.org/10.21776/ub.arenahukum.2016.00901.1.
Putra, Satria Diaz, Agus Pramono Pratama, and M. Kabul Supriyadhie. “Analisis Yuridis Eksistensi Yurisdiksi Satelit Ruang Angkasa Menurut Hukum Internasional.” Diponegoro Law Journalponegoro Law Journal 8, no. 1 (2019): 706–13. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/dlr/article/view/25359.
Subandi, Agit Yogi. “Tanggung Jawab Perusahaan Multinasional Dalam Kegiatan Keruangangkasaan Menurut Hukum Internasional Dan Hukum Ruang Angkasa.” Journal of Internafional Commercial Law and Technology 9, no. 1 (2014): 151–64. https://doi.org/10.23920/jbmh.v1n2.5.
Wicaksana, Dani Adi, Ida Bagus Wyasa Putra, and Made Maharta Yasa. “Kebijakan Internasional Pengaturan Lembaga Ganti Rugi Dalam Penyelesaian Ganti Rugi Akibat Pengoperasian Benda-Benda Angkasa Buatan.” Kertha Negara: Journal Ilmu Hukum 4, no. 2 (2016): 149–60.
Yuliantiningsih, Aryuni. “Aspek Hukum Kegiatan Wisata Ruang Angkasa (Space Tourism) Menurut Hukum Internasional.” Jurnal Dinamikia Hukum 11, no. 1 (2011): 145–46. http://dinamikahukum.fh.unsoed.ac.id/index.php/JDH/article/view/87.
Prosiding Konferensi
Hildreth, Steven A, and Allison Arnold. “Threats to U.S. National Security Interests in Space: Orbital Debris Mitigation and Removal.” In Congressional Research Service, 16:1–13, 2014. https://www.hsdl.org/?view&did=748309.
Buku
Dicey, Albert Venn. Introduction to the Study of the Law of the Constitution. USA: Liberty Fund, 2012.
Lee, Ricky J. Law and Regulation of Commercial Mining of Minerals In Outer Space. London: Springer, 2012.
Peraturan Perundang-udangan
International Court of Justice. Statute of The International Court of Justice, Chapter 38 (1) (2017).
International Law Commission. ILC’s Draft Articles, Part 2 on the responsibility international organization (2001).
Internet
As. “Ancaman Bahaya Sampah Luar Angkasa.” Deutsche Welle, 2009. https://www.dw.com/id/ancaman-bahaya-sampah-luar-angkasa/a-4126140-0.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Copyright on any article is retained by the author(s).
- The author grants the journal, the right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
- The article and any associated published material is distributed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License


Sinta ID: 













